Lebak – Kekecewaan warga terdampak bencana di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, kembali mencuat menyusul penarikan alat berat yang sebelumnya digunakan untuk pembangunan hunian tetap (huntap). Kondisi tersebut dinilai semakin memperpanjang penderitaan warga korban bencana tahun 2020.
Zaenudin, salah satu warga terdampak, menyampaikan bahwa pada 13 Desember 2025 sebanyak dua unit alat berat telah diturunkan dan sempat beroperasi selama kurang lebih satu minggu di lokasi hunian tetap Kecamatan Lebakgedong. Namun, setelah berjalan sekitar 10 hari, alat berat tersebut justru ditarik kembali.
“Kami mengecam keras penarikan alat berat tersebut. Alasannya dialihkan untuk penanganan bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ujar Zaenudin kepada HDR News TV, Jumat (2/1/2026).
Menurut Zaenudin, warga tetap memiliki empati terhadap para korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Meski demikian, pemerintah diminta bersikap adil dengan memperhatikan skala prioritas pembangunan, mengingat warga Lebakgedong hingga kini masih menunggu kepastian hunian tetap.
Ia juga menyoroti keterlambatan pembangunan yang dinilai telah berlangsung selama enam tahun, sejak bencana melanda wilayah tersebut pada tahun 2020. Baik Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam penyelesaian persoalan hunian dan infrastruktur dasar.
“Perbedaan infrastruktur di wilayah perbatasan sangat mencolok dan terlihat jelas di depan mata. Ini seharusnya menjadi cambukan keras bagi pemerintah untuk segera membangun hunian tetap serta fasilitas umum, terutama akses jalan,” katanya.
Lebih lanjut, Zaenudin menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan soal perbandingan antarwilayah atau rasa malu kepada daerah lain, melainkan menyangkut tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya sendiri.
Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, hingga Pemerintah Pusat untuk segera merealisasikan pembangunan hunian tetap serta fasilitas pendukung lainnya bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten terkait rencana percepatan pembangunan di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong.(Candra)


